Cari Blog Ini

Rabu, 31 Juli 2013

materi faal pendengaran



BAB II
PEMBAHASAN
Pengantar
Bunyi merupakan Vibrasi (GETARAN) di Udara  yang hanya dapat  di dengar  oleh telinga manusia  20 – 20.000 Hz. Vibrasi berjalan melalui udara sekitar  1,238 km/jam.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSiAnrQ9ifC_c9-v5WBnPTxBo0Ay5h__XfyejPeP2QWHwdSo8U9aLz2JUkà Menunjukkan hubungan antara dimensi fisik dari bunyi dan persepsi pendengaran yang dilakukkan manusia.
Persepsi manusia terhadap bunyi yang keras tergantung amplitudonya, sedangkan terhadap bunyi yang tinggi tergantung bunyi frekuensinya. Dan terhadap kualitas bunyi (timbre) berkaitan dengan kompleksitas vibrasi. Bunyi yang didengar sehari-hari adalah kombinasi dari berbagai gelombang dan kombinasi tertentu dari gelombang menyebabkan tiap bunyi memiliki kualitas atau karakteristik tertentu. Contohnya saat kita mendengarkan musik, kita dapat membedakan mana suara gitar, dram, biola dan lain-lain.

1.1 Indera Pendengaran
A.    Pengertian telinga
Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbangan). Indera pendengaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara, dan kemampuan berkomunikasi.
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada manusia berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.

B.     Anatomi telinga
Telinga terdiri dari beberapa bagian :
a.       Bagian luar (Auris External), terdiri dari:
-          Daun telinga, yang berfungsi menangkap dan mengarahkan suara.
-          Cuping telinga
-          Liang telinga
-          Gendang telinga/membran timfani , terdiri dri beberapa frekuensi berlainan.Getaran akan diteruskan oleh tulang pendengaran (ausicula auditiva) menuju sel-sel pendengar atau organon corti.

b.      Bagian Tengah (Auris Media), terletak dibelakang membran timfani dan terdapat saluran yang menghubungkan dengan rongga tekak (tuba auditiva eustachi). Pada bagian ini terdaoat rumah siput atau cochlea yang mempunyai lubang elips yang ditutup selaput lendir (fonestra ovalis). Pada bagian ini mempunyai tulang-tulang pendengaran yaitu:
-          Tulang  pukul, yang  bersandar pada membran tifani atau milius
-          Tulang incus atau landasan, yang terletak di tengah
-          Tulang sangurdi, yang menghubungkan incus dengan fonestra ovalis.
c.       Bagian Dalam (Auris Interna), terdiri atas 2 ruangan yang berhubungan satu dengan yang lain. Ruangan itu tidak teratur dan disebut  labirin. Ada 2 macam labirin:
-          Labyrinthus Ossesus (dinding tulang) yang terdir dari serambi (vestibulum) saluran gelung (canalis semi circular), dan rumah siput (cochela).
-          Labyrinthus Membranicus (dinding membran), terletak dalam labirin tulang. Terdiri dari sacula, otricula yang terletak dalam serambi, tiga buah saluran gelung dan rumah siput yang merupakan bagian yang berhubungan dengan sakula donatrikula.
Organon Auditus adalah alat pendengaran yang berfungsi sebagai pengindera bunyi. Reseptornya adalah Organum Spirale pada Organum Vestibulo Cochlearis (sebagai mekano reseptor atau interoceptive sensory system yang merupakan lawan dari exteroceptive sensory system). Sel-sel inderea yang menyebar di sepanjang membrana basilaris memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Contohnya stimulasi bunyi yang memiliki frekuensi tinggi, akan mengaktifkan sel-sel indera yang terletak dekat oval window (fonestra ovalis). Sistem pendengaran ini mengacu pada konsep tonotopic (pada organ mata disebut konsep retinotopic), yaitu bahwa neuron yang palimg berperan dalam pembentukan struktur pendengaran, berkumpul di bagian yang paling responsif. Cara kerja sel-sel reseptor itu adalah sebagai berikut:
Bila membrana basilaris bergerak ke atas (ke membrana tectoria) karena desakan perilymphe, maka sel-sel indera atau rambut tertahan oleh membrana tectoria sehingga membengkok. Bengkokan ini menimbulkan aliran listrik yang disebut aliran mikrofon yang bekerja sebagai potensial generator sehingga terjadi implus dalam dendrit neuron bipoler itu.

C.     Mekanisme pendengaran
           Secara umum jalannya impuls dari telinga ke primary  auditory cortex bermula dari adanya suara yang kita dengar. Suara itu menggetarkan membrana tympani yang selanjutnya menggetarkan tulang-tulang maleus, incus, dan stapes secara berturut-turut. Getaran states mendorong perilymphe pada skala petibuli kemudian perilymphe menggetarkan membrana bsilliaris dimana terdapat organon corti yang menuju otak. Berjalannya ke otak dimulai dari akson-akson disinapsis saraf-saraf pendengaran bagian ipsilateral dari cochlearnuclei kemudian diteruskan ke nucleus superior olivary dari inverior colliculi mereka melakukan sinapsis dengan neuron yang menuju nucleus medial geniculate di thalamus yang akhirnya akan menuju ke auditori kortex.
         Sebagian besar primary auditory kortex dan daerah secondary auditori kotex terletak dibagian lateral fissure. Untuk kemampuan berbahasa umumnya dikontrol dari hemispheere bagian kiri, sedangkan sebagian auditori kotex sebelah kanan mengontrol analisi pengucapan atau speech.
         Bunyi dapat didengar manusia melalui transmisi getaran bunyi, ada 2 macam transmisi getaran bumi:
a.       Transmisi Hawa (Aerotymponal) yaitu jalannya getaran melalui penghantar hawa. Jalannya impuls  sebagai berikut : sumber suara menggenarkan udara à daun telinga à meatus acusticus externus à menggetarkan membrana thympani à osicula auditiva à menggetarkan perilymphe à membrana basalis bergetar à organon corti (reseptor pendengaran) bergetar à membrana tectoria à menstimulasi ujung rambut neuroepithel à nervus cochlearis à otak (lobus temporalis) à sadar akan bunyi
b.      Transmisi Tulang (Craniotymponal) yaitu jalan getaran melalui penghantar tulang. Jalannya impuls sebagai berikut : getaran sumber suara à menggetarkan tulang kepala à menggetarkan perilymphe pada skala vestibuli à skala tymphani à dan proses selanjutnya sama dengan penghantaran melalui hawa.
Helmholtz mengemukakan 2 teori mengenai pemdengaran, yaitu:
1)      Teori resonansi, yang menyatakan bahwa serabut-serabut pada membrana basalis dapat disamakan dengan senar pada alat musik. Panjang tiap-tiap senar itu tidak sama, masing-masing mempunyai nada sendiri sesuai frekuensinya dan serabut serabut yang mempunyai frekuensi sama akan turut bergetar.
2)      Place theory, yang merupakan pembaharuan teori resonansi yang menyatakan bahwa bukan serabut-serabut yang begetar, melainkan suatu tempat yang bergetar pada membrana.

D.    Organisasi Tonotopic dari Primary Auditory Cortex
Pada awalnya, auditory cortex dibagi menjadi bagian-bagian tertentu sesuai dengan kepekaannya, tetapi menurut Woolsley (1960; dalam Pinel, 1993), bagian anterior dari primary auditory cortex paling peka terhadap nada-nada frekuensi tinggi, sedangkan bagian prosteriornya cenderung peka terhadap frekuensi yang rendah.

E.     Lokasilasi Suara
Jika suatu sumber bunyi muncul secara terus menerus maka asal bunyi tidak dapat diketahui, tetapi jika salah satu misalkan bunyi berasal dari arah kiri maka asal bunyi dapat diketahui asalnya. Oleh karena itu jika mendengarkan bunyi dengan tujuan untuk mengetahui sumber bunyi jangan didengarkan terus-menerus melainkan terputus- putus.

F.      Efek Kerusakan di Auditory Cortex
Auditory Cortex manusia terletak didalam fissurre sehingga tidak mudah rusak. Kerusakan pada primary dan secondary auditory cortex hanya akan menyebabkan kekurangan pendengaran permanen namun tidak terlalu parah. Kosekuensi dari hambatan pendengaran ini umumnya berkaitan dengan fungsi organ yang lain, contohnya word deafness yang merupakan hambatan dalam mempresepsikan pengucapan karena ketidakmampuan mendeteksi suara dengan jelas. Umumnya muncul setelah terjadi kerusakan bilateral pada auditory cortex.

G.    Gangguan Indera Pendengaran
Ada dua jenis gangguan pendengaran :
1.    Gangguan Konduktif
Biasanya terjadi akibat kelainan telinga luar, seperti infeksi serumen, atau kelainan telinga tengah, seperti otitis media atau otosklerosis. Pada keadaan seperti itu, hantaran suara efisien suara melalui udara ke telinga dalam terputus. Dengan kata lain ketika gelombang suara terhalang masuknya dari lubang telinga dan gendang telinga menuju ke rumah siput ( koklea ) dan Saraf Pendengaran(Auditory Nerve).
2.    Gangguan Sensoris
Melibatkan kerusakan koklea atau saraf vestibulokoklear. Selain kehilangan konduktsi dan sensori neural, dapat juga terjadi kehilangan pendengaran campuran begitu juga kehilangan pendengaran fungsional. Pasien dengan kehilangan suara campuran mengalami kehilangan baik konduktif maupun sensori neural akibat disfungsi konduksi udara maupun konduksi tulang. Kehilangan suara fungsional (atau psikogenik) bersifat inorganik dan tidak berhubungan dengan perubahan struktural mekanisme pendengaran yang dapat dideteksi biasanya sebagai manifestasi gangguan emosional.

H.    Penyakit pada Indera Pendengaran
o   Sakit Telinga
Sakit telinga sangat beragam bentuknya. Bisa terasa berdenyut samar sampai seperti rasa menusuk yang sangat ngilu. Sakit telinga dapat disebabkan oleh beberapa hal, yakni:
·         infeksi di saluran telinga bagian luar;
·         infeksi akut pada telinga bagian tengah;
·         peradangan telinga bagian dalam (labyrinthitis) akibat infeksi viral;
·         hilangnya keseimbangan tekanan udara antara bagian tengah dan luar telinga, biasanya terjadi saat sedang demam atau hidung tersumbat (barotrauma);
·         penyumbatan oleh kotoran telinga.
Semua kasus sakit telinga dapat dihilangkan dengan meminum aspirin cair atau parasetamol dengan dosis sesuai anjuran dokter. Selain itu, meletakkan sebotol air hangat pada telinga juga dapat meredakan sakit.
o   Telinga Berdenging
Jika telinga mendenging, mendering, atau mendesis, Anda mungkin mengalami suatu gejala yang dikenal bernama tinnitus. Penyebab telinga berdenging antara lain:
·         hilangnya keseimbangan tekanan udara antara bagian tengah dan luar telinga, biasanya saat sedang demam atau hidung tersumbat (barotrauma);
·         obat-obatan tertentu dapat menyebabkan efek samping berupa bunyi-bunyian di telinga;
·         kemasukan serangga atau air juga dapat menyebabkan telinga terasa berdenging.

o   Penyakit Meniere
Penyakit meniere adalah penyimpangan akibat meningkatnya jumlah cairan di dalam labyrin. Penyakit ini biasanya dialami orang-orang setengah baya. Jika ini terjadi, Anda harus memeriksakannya ke dokter.
o   Othematoma
Pada beberapa kasus kelainan pada telinga terjadi kelainan yang disebut othematoma atau popular dengan sebutan ‘telinga bunga kol’, suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada tulang rawan telinga yang dibarengi dengan pendarahan internal serta pertumbuhan jaringan telinga yang berlebihan (sehingga telinga tampak berumbai laksana bunga kol). Kelainan ini diakibatkan oleh hilangnya aurikel dan kanal auditori sejak lahir, atau yang disebut dengan encharta ensiklopedi.
o   Tuli
Ketulian, gangguan pendengaran terhadap beberapa atau semua suara, dapat timbul berangsur-angsur dalam jangka waktu tertentu. Bisa terjadi pada salah satu atau kedua telinga sekaligus. Ketulian dapat disebabkan oleh infeksi telinga bagian luar atau tengah atau pun penyumbatan saluran eustasio karena demam atau alergi.
Untuk gangguan pendengaran, Anda dapat melakukan pengujian pendengaran dengan cara audiometri. Bagian pertama tes ini adalah mengukur kemampuan mendengar suara yang diatur melalui udara. Kedua, mengukur kemam       puan mendengar suara-suara yang sama melalui tulang kepala.
Selain itu, dapat dilakukan tes hambatan akustik. Tes ini digunakan untuk menentukan gerakan gendang telinga, yang mungkin melemah akibat kerusakan di telinga bagian tengah. Suatu alat berisi pemancar suara dimasukkan ke saluran telinga luar. Udara dipompakan melalui alat tadi dan kemampuan dari gendang telinga untuk memantulkan suara dikirimkan oleh pemancar suara pada berbagai tingkat tekanan udara. Dari hasil itu dapat ditentukan setiap kelemahan pada gendang telinga dan kemungkinan penyebabnya.
o   Penyumbatan
Kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal, nyeri serta tuli yang bersifat sementara. Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi.
Jika terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu melarutkan serumen secara adekuat.
o   Perikondritis
Perikondritis adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar. Perikondritis bisa terjadi akibat:
 -Cedera
-Gigitanserangga
- pemecahan bisul dengan sengaja.
Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium). Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga. Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan.
Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya. Ada banyak lagi gangguan yang terjadi pada alat pendengaran kita ini, misalnya tumor, cedera, eksim, otitis dan lain-lain.
o   Radang telinga atau biasa disebut dengan otitas media
Penyakit ini disebabkan karena virus dan juga bakteri , sering menyerang anak kecil . Penyakit ini mempunyai beberapa gejala yang diantaranya sakit pada daerah telinga, demam panas, dan juga pendengaran agak sedikit berkurang. Telinga juga mengeluarkan nanah dan kelainan ini dapat berbahaya karena bisa memecahkan gendang telinga yang selanjutnya mengakibatkan tuli.
o   Labirintitis
Labirintitis adalah gangguan pada labirin di dalam telinga. Penyakit ini disebabkan oleh bebarapa faktor yang di antaranya infeksi, gegar otak, dan juga alergi. Penyakit ini memiliki beberapa gejala antara lain telinga berdengung, mual, muntah, vertigo, dan pendengaran juga berkurang.
1.2 Indera Keseimbangan
Indera keseimbangan merupakan indera khusus yang terletak didalam telinga. Indera keseimbangan secara struktural terletak dekat indera pendengaran, yaitu bagian belakang telinga dalam yang membentuk strukur utrikulus dan sakulus, serta kanalis semirkularis.
Ø  Sakulus dan utrikulus
         Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat padaotolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.

Ø  Kanalis semirkularis
       Suatu struktur yang terdiri atas 3 tulang setengah lingkaran, tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi berlainan, yaitu ada yang horisontal, vertikal atas dan vertikal belakang. Setiap kanalis berisi endolimfe, dan pada setiap pangkalnya membesar disebut ampula, dan berisi reseptor keseimbangan yang disebut cristae ampularis. Kelembaman endolimfe yang terdapat dalam kanalis semisirkularis akan menyebabkan ia bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah putaran sehingga kita dapat merasakan adanya perubahan posisi tubuh.
           Struktur-struktur diatas berfungsi dalam pengaturan keseimbangan dari syaraf otak   VIII. Syaraf otak VIII mengandung dua komponen, yaitu komponen pendengaran dan komponen keseimbangan.
·         Alat keseimbangan
Alat ini berupa saluran setengah lingkaran dan setiap saluran menggembung pada salah satu ujungnya yang disebut ampula. Di dalam ampula terdapat reseptor yang berupa kelompok sel saraf sensori yang memiliki rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah, disebut kupula. Selain tiga saluran setengah lingkaran terdapat alat keseimbangan yuang terletak di dalam utrikulus dan sakulus yang berupa sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolit, yaitu bola- bola kalsium karbonat yang ukurannya sangat kecil. Perubahan posisi kepala menyebabkan otolit bergeser possisinya, akibatnya timbul impuls yang akan dikirim ke otak, sehingga kita merasakan sedang miring atau tegak. Gerakan melingkar pada kepala mengakibatkan terjadinya cairan limfe dan menggerakan otolit meskipun kita sudah berhenti berputar. Akibatnya kita merasa pusing. Keseimbangan dibagi menjadi dua, yaitu keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.
·         Keseimbangan Statis
Keseimbangan statis ini merupakan keseimbangan yang berhubungan dengan orientasi letak kepala (badan) terhadap gravitasi bumi. Yang berperan pada keseimbangan statis ini adalah sakulus dan ultrikulus( pada kanalis semi sirkularis).Bila kepala miring ke satu arah, otolith yang berat akan tertauk ke bawah oleh gravitasi bumi, hal ini akan menarik lapisan gelatin ke bwah yang kemudin merangsang sel-sel rambut. Impuls keseimbangan ini kemudian dijalarkan melalui bagian vetibularis dari syaraf ke VIII medula kemudian ke korteks otak.

·         Keseimbangan Dinamis
Keseimbangan ini merupakan suatu upaya pertahanan keseimbangan tubuh terhadap gerakan-gerakan berbagai arah, misalnya berputar, jatuh, percepatan, dsb. Bila kepala bergerak kesegala arah, maka cairan didalam canalis semi sirkularis akan bergerak ke arah sebaliknya sehingga akan menekukan cupula. Dengan demikian sel-sel rambut terangsang dan timbul ilmpuls menuju syaraf ke VIII. Karena ketiga canalis semisircularis ini letaknya saling tegak lurus maka gerakan kepala kesegala arah dapat terkontrol oleh alat keseimbangan


v  Gangguan Keseimbangan
Masalah dengan keseimbangan terjadi setiap kali ada gangguan di salah satu sistem vestibular, visual, proprioceptive atau kognitif.
Gejala gangguan keseimbangan mungkin termasuk pusing, vertigo (berputar), ketidakseimbangan (off keseimbangan dan jatuh), pre-syncope (headedness ringan).
Kelainan dalam keseimbangan fungsi dapat menunjukkan berbagai patologi dari penyebab seperti tekanan darah rendah ke otak stroke atau tumor.
Banyak istilah yang berbeda sering digunakan untuk menggambarkan apa yang secara kolektif dikenal sebagai pusing.
Deskripsi umum termasuk kata-kata seperti pening, mengambang, pusing, pusing, bingung, tak berdaya atau kabur. Vertigo, ketidakseimbangan dan Pre-syncope adalah istilah yang digunakan oleh kebanyakan dokter.
o   Vertigo
Vertigo adalah istilah medis khusus yang digunakan untuk menjelaskan sensasi berputar atau memiliki ruang spin tentang Anda. Kebanyakan orang menemukan vertigo sangat mengganggu dan laporan terkait mual dan muntah.
o   Ketidakseimbangan
Ketidakseimbangan adalah sensasi yang kehilangan keseimbangan, dan paling sering ditandai oleh sering jatuh dalam arah tertentu. Kondisi ini tidak sering dikaitkan dengan mual atau muntah.
o   Pre-syncope
Pre-syncope paling sering digambarkan sebagai pening atau merasa lemah. Pingsan, sebaliknya, adalah benar-benar pingsan.
o   Motion sickness
Pernahkah anda naik wahana tornado di dunia fantasi? apa yang Anda rasakan setelah naik wahana tersebut?apakah Anda merasa pusing? atau ketika dalam perjalanan di laut, udara maupun darat kadang-kadang terjadi semacam rasa mual, pusing, dan juga muntah-muntah. Orang mengatakan ini adalah mabuk perjalanan atau biasa disebut dengan motion sickness. Mabuk perjalanan ini merupakan gangguan pada fungsi keseimbangan. Hal ini disebabkan oleh rangsangan yang terus menerus oleh gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan, baik darat, laut maupun udara. Biasanya disertai dengan muka agak pucat, berkeringat dingin dan juga pusing.

v  Gangguan keseimbangan yang berkaitan dengan indera pendengaran
Penyebab pusing yang berkaitan dengan telinga sering dicirikan oleh vertigo (berputar) dan mual. Nistagmus (berkedip-kedip mata, berkaitan dengan VOR) sering terlihat pada pasien dengan penyebab perifer akut pusing.
·         Jinak Paroxysmal posisional Vertigo (BPPV) - penyebab paling umum vertigo. Biasanya digambarkan sebagai singkat, intens sensasi berputar yang terjadi karena perubahan tertentu di posisi kepala. Seorang individu mungkin mengalami BPPV ketika berguling ke kiri atau kanan, setelah mendapatkan keluar dari tempat tidur di pagi hari, atau ketika mencari objek di rak tinggi. Penyebab BPPV adalah kehadiran kristal normal tapi tempatnya yang disebut otoconia. Otoconia biasanya ditemukan di utricle dan saccule dan digunakan untuk merasakan gerakan. Ketika longgar kanal-kanal semicircular, mereka dapat mengubah rasa gerakan, menyebabkan ketidaksesuaian antara gerakan kepala yang sebenarnya dan informasi yang dikirim ke otak oleh telinga dalam, ini dianggap sebagai berputar.
·         Labyrinthitis - batin telinga infeksi atau peradangan yang menyebabkan pusing (vertigo) dan pendengaran.
o    Vestibular neuronitis - infeksi vestibular saraf, umumnya virus, menyebabkan vertigo
o    Koklea neuronitis - infeksi saraf cochlear, umumnya virus, menyebabkan tiba-tiba tuli tetapi tidak vertigo
o    Trauma - cedera tengkorak dapat menyebabkan patah tulang atau gegar otak untuk organ keseimbangan. Dalam kedua kasus cedera kepala akut akan sering mengakibatkan pusing dan tiba-tiba kehilangan fungsi vestibular.
o    Penyakit Ménière - telinga dalam fluid balance gangguan yang menyebabkan abadi episode vertigo berfluktuasi pendengaran, tinnitus (dering atau mengaum di telinga), dan sensasi kepenuhan di telinga. Penyebab penyakit Ménière tidak diketahui.
o    Perilimfe fistula - kebocoran cairan telinga dalam dari telinga dalam. Ini dapat terjadi setelah cedera kepala, operasi, tenaga fisik atau tanpa diketahui penyebab.
o    Canal unggul dehiscence syndrome - keseimbangan dan mendengar gangguan yang disebabkan oleh perbedaan dalam tulang temporal, menuju disfungsi Terusan yang unggul.
o    Bilateral diacak - kondisi yang melibatkan kehilangan keseimbangan telinga dalam fungsi di kedua telinga. Ini mungkin disebabkan oleh antibiotik tertentu, anti-kanker, dan obat-obatan lain atau oleh bahan kimia seperti pelarut, logam berat, dll, yang gangguan; atau penyakit seperti syphillis atau penyakit autoimun; atau penyebab lain.
v  Gangguan keseimbangan yang berkaitan dengan otak
Otak berhubungan penyebab kurang sering dikaitkan dengan (terisolasi vertigo) dan nistagmus tetapi masih dapat menghasilkan tanda-tanda dan gejala yang meniru penyebab perifer. Ketidakseimbangan ini sering ciri menonjol.
·         Degeneratif: usia terkait penurunan fungsi keseimbangan
·         Menular: meningitis ensefalitis epidural abses, sifilis
·         Sirkulasi: otak atau cerebellar iskemia atau hypoperfusion, stroke, sindrom medullary lateral (Wallenberg's syndrome)
·         Autoimmune: Cogan sindrom
·         Struktural: Arnold-Chiari malformasi, hidrosefalus
·         Sistemik: multiple sclerosis, penyakit Parkinson
·         CNS atau neoplasms posterior, jinak atau ganas
  • Lain - sana adalah sejumlah penyebab lain pusing yang tidak berhubungan dengan telinga.
    • Mal de debarquement adalah kelainan langka ketidakseimbangan yang disebabkan oleh sedang dalam sebuah kapal. Pasien yang menderita dari kondisi ini mengalami rasa mabuk laut bahkan ketika mereka turun kapal.
    • Mabuk - konflik antara masukan dari berbagai sistem yang terlibat dalam keseimbangan menyebabkan sensasi yang tidak menyenangkan. Untuk alasan ini memandang ke luar jendela mobil yang bergerak jauh lebih menyenangkan daripada mencari di dalam kendaraan.
    • Migrain
    • Racun, obat-obatan, obat-obatan







DAFTAR PUSTAKA


Puspitawati, Ira. 1998. Psikologi Faal. Depok: Gunadarma



Tidak ada komentar:

Posting Komentar